Ticker

6/recent/ticker-posts

10 Faedah Membacakan Dongeng Dan Dongeng Terhadap Anak

Membacakan dongeng dan dongeng untuk anak 10 MANFAAT MEMBACAKAN CERITA DAN DONGENG KEPADA ANAK
Membacakan dongeng atau dongeng untuk anak kita memiliki lusinan faedah yang mau sungguh memiliki faedah bagi masa depan anak. Ikatan emosional yang terbangun akan memperkuat kecerdasan emosional, dengan dongeng yang dihadirkan akan merangsang daya imajinasi anak yang memupuk kreativitas dan ide-ide gres menjadi inovasi yang menenteng faedah bagi orang lain. Bercerita juga berniat menanamkan pesan-pesan atau nilai-nilai sosial, moral dan agama yang terkandung dalam dongeng tersebut, sehingga anak sanggup menghayati dan mengerjakan nilai-nilai itu dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan beberapa penelitian, membacakan dongeng dan dongeng terhadap anak sungguh berfaedah untuk menolong berkembang kembang kecerdasan anak. Dipercaya dengan 15 menit membacakan dongeng terhadap anak, mulai dari lahir hingga usia 5 tahun, sama dengan menyediakan jutaan kalori gizi bagi otak anak yang sedang berkembang meningkat pesat.


Berikut ini yakni 10 faedah dari membacakan dongeng untuk anak yaitu:


1. Meningkatkan kesanggupan mendengar anak

Pembiasaan mendengar yang diperoleh anak di saat sedang dibacakan dongeng oleh orang bau tanah akan meningkatkan kesanggupan mendengar anak. Anak akan menjadi orang yang sabar dalam hal berkomunikasi lantaran kemampuannya menjadi pendengar yang bagus dalam banyak hal kelak di saat ia sudah dewasa.


2. Menjadi fondasi dasar kesanggupan berbahasa

Dalam dongeng dan dongeng, anak dikenalkan dengan banyak sekali kosakata dan istilah, struktur kalimat, ungkapan, dan peribahasa. Dengan seringnya anak dibacakan dongeng maka kesanggupan berbahasa tergolong penguasaan kosa katanya akan bertambah. Kemampuan berbahasa ini juga menjadi dasar kemampuan komunikasi anak di masa datang.


3. Meningkatkan kesanggupan komunikasi verbal

Dialog yang terjadi antara anak dan orang bau tanah pada di saat membacakan dongeng akan menumbuhkan keberanian anak untuk berbicara, bertanya, dan mengungkapkan pendapat. Kegiatan membacakan dongeng ini juga menjadi fondasi dasar untuk mengajarkan kesanggupan membaca.
  

4. Mengasah logika berpikir dan rasa ingin tahu
Jalan dongeng yang dituturkan menghasilkan anak menghubungkan antara alasannya yakni dan akibat, menjajal menebak final cerita, mengaitkan banyak sekali kejadian, mengerti huruf tokoh, yang karenanya mepertajam logika pikirannya. Jalan dongeng juga akan mempublikasikan rasa ingin tahu.


5. Menanamkan minat baca dan menjadi pintu gerbang menuju ilmu pengetahuan

Kegiatan membacakan dongeng mengasyikan menumbuhkan kesukaan akan dongeng sehinga menghasilkan anak tertarik mencari lebih banyak lagi lewat buku bacaan. Buku bacaan sendiri yakni gerbang menuju isu dan pengetahuan.



6. Menambah wawasan

Dalam dongeng umumnya banyak terselip dongeng banyak sekali isu yang berharga, baik itu yang berhubungan dengan kebudayaan, nilai moral, bahkan isu yang berhubungan dengan sains atau ilmu social. Informasi yang diselipkan dalam dongeng akan diserap lebih efektif oleh anak lantaran disampaikan dengan cara yang menyenangkan.


7. Mengembangkan imajinasi dan petualang

Cerita membebaskan asumsi anak. Melalui cerita, hal yang tidaak mungkin. Berbagai suasana sanggup pula diciptakan lewat cerita. Ada naga yang bias terbang, tongkat ajaib, dan raksasa baik hati. Hal ini akan memajukan imajinasi anak serta membebaskanya dari rasa takut dari hal baru, mendorong anak untuk menatap dunia selaku kawasan yang mengasyikkan, dan menumbuhkan jiwa petualang, Imajinasi juga menumbuhkan kreativitas dan ide. Dan jangan lupa, bahkan Einstein pun mengatakan, "imajinasi lebih penting dari ilmu pengetahuan".


8. Mempererat ikatan batin orang bau tanah dan anak

Kegiatan membacakan dongeng terhadap anak membangun interaksi yang positif antara orang bau tanah dan anak, membuka jalur komunikasi yang terbuka dan akarab, membangun keyakinan anak terhadap orang tua, dan pada karenanya mempererat ikatan batin.


9. Meningkatkan kecerdasan emosional EQ

Kecerdasan emosional atau yang sering disebut EQ, diyakini ialah modal keberhasilan yang lebih besar dibandingkan kecerdasan intelektual. Kecerdasan antara lain termasuk komunikasi, kesanggupan berempati, kesanggupan memotivasi diri, rasa percaya diri, dan sebagainya. Melalui opsi dongeng yang tepat, banyak sekali kesanggupan di atas sanggup ditumbuhkan dalam diri anak. Kasih sayang dan ikatan yang terjalin antara orang bau tanah dan anak lewat aktivitas ini juga membangun pengendalian emosi yang kuat.

10. Relaksasi Jiwa

Membacakan dongeng untuk anak sanggup menenangkan anak yang sedang rewel sekalipun. Terlebih jika kebiasaan tersebut dimulai sejak anak dalam kandungan. anak yang damai tentunya akan menghasilkan orang tuanya juga tenang.

Begitu pentingnya dan bermanfaatnya membacakan dongeng dan mendongeng untuk anak menyerupai uraian diatas, sehingga diusulkan terhadap para para orang tua; ayah dan bunda yang belum melaksanakan untuk secepatnya melaksanakan aktivitas membacakan dongeng ini untuk anak-anak, mari kita jalan kan aktivitas "Read a Story" yang sungguh mudah, dimulai dengan membangun akad bareng antara ayah dan ibu untuk membacakan dongeng bagi anak. Tidak perlu lama, cukup sisihkan waktu 10 - 20 menit saja sehari, dan tanpa ayah-bunda sadari aktivitas itu menjadi terapi yang ampuh untuk meningkatkan kecerdasan dan mental, bukan cuma untuk kita tetapi juga anak kita.


Berikut beberapa kutipan persepsi dari beberapa tokoh penting wacana begitu ajaibnya dampak bercerita dan mendongeng bagi anak;

G.K Chesterton:

"Dongeng itu bukan sekedar imajinasi belaka, dongeng itu nyata: bukan lantaran menceritakan bahwa naga itu sungguh-sungguh ada, namun lantaran bercerita bahwa ternyata naga juga bisa dikalahkan oleh kita".


Barbara K. Walker (The Art of the Turkish Tale):

Menjadi insan sama halnya dengan menjadi seorang pendongeng. Komputer sanggup menjumlah jumlah kata dalam suatu cerita, mengoreksi kesalahan ketik, dan melaksanakan sejumlah perintah mekanik lainnya. Namun, komputer tidak dapat mengerti isi cerita. Sebaliknya, bawah umur akan salah menjumlah jumlah kata, menghasilkan banya kesalahan eja, tetapi mereka akan dengan gampang menceritakan kembali intisari suatu cerita, dan menuturkan kisah kembali dengan bahasa mereka sendiri.


Harold Goddard (The Meaning of Shakespeare):

Takdir dunia ini dikecilkan nilainya oleh kalah dan menang dalam suatu peperangan. Namun, lewat dongeng hidup dan diyakini.


Muriel Rukeyser, American Poet:

Alam semesta ini dibentuk dari kumpulan kisah, bukan dari kumpulan atom.


Matsumoto, anggota dewan pendidikan Tokyo
Metropolitan Government, pada seminar
Anak, Buku, dan Dunia Dongeng di Japan Foundation, jakarta:

Membacakan buku bergambar bukan saja meningkatkan kemajuan bahasa dan kreativitas anak, tetapi juga menyediakan peluang pada orang bau tanah dan anak untuk membuatkan perasaan dan bisa mendekatkan adiri secara moral.


Lawrence Kutner, Ph.D., jago jiwa psikiatri di Harvard, Amerika Serikat:
Dongeng sanggup mengajak anak memasuki pengalaman hidup tanpa risiko. Anak juga sanggup memetik hikmah dengan mengidentifikasikan diri dengan tokoh cerita.


Merril Hermin dalam bukunya berjudul How to Plan a Program for Moral Education:

Bercerita aaatau mendongeng memungkinkan orang bicara tanpa memaksakan pendapatnya terhadap orang lain. Sebab setiap pendengar memiliki keleluasaan untuk oke atau tidak oke dan akan berupaya menempatkan posisinya dimana ia mau dalam bercerita itu. Selain itu, dongeng atau dongeng dapat menjadi wahana untuk mengasah imajinasi dan alat pembuka bagi cakrawala pengertian seorang anak. Ia akan belajar pada pengalaman-pengalaman sang tokoh dalam dongeng tersebut, sehabis itu menyeleksi mana yang sanggup dijadikan panutan olehnya sehingga membentuknya menjadi moralitas yang dipegang hingga dewasa.


Richard Gozney Duta Besar Inggris:

Saat berusia 3-4 tahun, saya senantiasa didongengi orang bau tanah dari buku dongeng anak-anak. Setelah bisa membaca, saya senantiasa "diantar" tidur oleh buku. Kebiasaan ini kini saya lanjutkan terhadap bawah umur saya.


Anonim :
Anak yang tidak diajak bicara oleh pengasuh yang responsive tak akan belajar cara mengatakan yang baik. Anak yang tidak mendapatkan balasan akan berhenti bertanya. Mereka takkan menjadi insan yang punya rasa ingin tahu. Dan anak yang tidak didongengi dan dibacakan dongeng akan memiliki lebih minim cita-cita untuk belajar membaca.


Demikianlah faedah dan pentingnya membacakan dongeng atau dongeng terhadap anak, mari kita kembangkan kebiasaan membacakan dongeng untuk bawah umur kita ini, biar bermanfaat.

Post a Comment

0 Comments